Definisi

Fotografi makro adalah teknik memotret sebuah objek dengan jarak cukup dekat dan mempunyai pembesaran minimal seukuran benda aslinya atau lebih besar jika dibandingkan dengan ukuran sensor kamera film format 35mm (36×24 mm). Atau secara umum disebut mempunyai pembesaran minimal 1:1 atau lebih besar.

Dan pembesaran ini didapat murni dari pembesaran lensa dengan atau tanpa alat bantu optik / non optik. Dan bukan pembesaran dari hasil croping.

Peralatan Fotografi Makro

Kali ini saya akan menggunakan lensa standar (lens kit 18-55 mm) dengan alat bantu : extention tube manual.

Extention tube adalah sebuah tabung tanpa optik yang dipasang diantara sensor kamera dan lensa.

Pada umumnya satu set extention tube ada 3 : 12mm, 20mm, dan 36mm.

Kita bisa menggabungkannya untuk memperoleh pembesaran lebih.

 

Dengan adanya extention tube ini akan menambah jarak antara lensa dan sensor kamera dan efek yang dihasilkan adalah memperpendek jarak titik fokus, memperbesar pembesaran optik, dan mengurangi cahaya yang masuk ke sensor kamera.

Pembesaran yang didapat menggunakan extention tube ini sebesar = panjang ext tube (dalam mm) / panjang focal length lensa (dalam mm)

Contoh lensa kit 18-55 diposisi 55mm menggunakan ext tube 20+36mm
Jadi pembesaran yang didapat adalah 56mm / 55mm = 1.02x
(kita sudah memenuhi prinsip fotografi macro yang mempunyai pembesaran minimal 1:1)

Tips

  • Dengan penggunaan extention tube ini pada lensa kit 18-55mm, ada satu hal yang harus kita pahami akan lebar area ketajaman fokus (DOF = Depth Of Field) akan semakin sempit. Oleh karena itu penggunaan bukaan aperture disarankan menggunakan bukaan angka yg besar (misalnya f/16 keatas) untuk memperlebar dof, terkecuali jika kita memang menginginkan foto dengan dof yang sempit.
  • Satu hal lain yang harus diperhatikan jika menggunakan extention tube manual seperti ini dengan lens kit af. Karena tidak adanya kontak elektrik antara body kamera dan lensa. Maka bilah aperture lensa kit tadi jika dilepas di body kamera akan dalam kondisi dibukaan aperture terbesarnya.
  • Untuk mengatasi hal ini, bisa kita lakukan saat lensa masih terpasang di body kamera. Caranya set aperture yang kita inginkan, misalnya di f/16 lalu tekan tombol “preview” di body kamera dan tahan, lalu lepaskan lensa tersebut dalam kondisi power kamera masih ON. Dengan melakukan hal tersebut maka bilah aperture akan tetap di posisi f/16 saat lensa lepas dari body kamera.
  • Untuk objek dari fotografi makro itu sendiri bisa berbagai macam, entah itu serangga, bunga, atau objek kecil lainnya yang kita anggap menarik untuk diekplorasi.
  • Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk mendapatkan foto macro yang baik dengan menggunakan bantuan extention tube ini, diantaranya :
    • cahaya yang cukup (bisa menggunakan bantuan flash baik internal maupun ekternal
    • kestabilan memegang kamera karena dengan dof yang relatif tipis tadi akan rentan titik fokus bergeser sehingga objek yang kita foto hasilnya akan kurang maksimal. Jika perlu kita bisa menggunakan alat bantu tripod / monopod agar kamera cukup stabil.
    • Karena jarak focus semakin dekat dan ruang area focus sempit, umumnya untuk mengatur focus lebih mudah dengan menggeser kamera maju mundur saja.

Dan tentunya banyak berlatih semuanya akan menjadi lebih mudah, selamat mencoba dan tetap semangat.

 

Naskah & Foto oleh: Tan Ce Khiong (3148)

There are no comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).